TIME RUNS FAST.

Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Thursday, August 29, 2013

Teruntuknya, yang pernah kecewa.


ah, postingan macam apa lagi ini?
maaf bagi kalian semua, tapi sumpah mati saya tidak bisa tahan lagi dengan semua imaji ini. sulit rasanya untuk didera pikiran terus menerus yang tidak kunjung usai, menenggelamkan kewarasan saya sampai-sampai saya mengira bahwa semua itu benar adanya.
hal yang menyebabkan kegalauan saya kali ini adalah tersadarnya saya akan sifat buruk saya yang selalu menyia-nyiakan setiap kesempatan beserta orang yang ada di sekitar saya.
sifat buruk saya ini terbangun begitu kokoh sehingga saya selalu mempunyai pikiran bahwa semua orang pada akhirnya akan memaafkan saya dan/atau saya akan mendapat kesempatan yang kedua di lain waktu. kenyataannya? tidak selalu semua berjalan semulus itu.

masalahnya, sekarang saya melihat betapa orang itu seperti tidak mau mengenal saya. bagaimana saya ingat kembali hal-hal yang tercetak jelas di sms terakhirnya yang ia kirimkan kepada saya; dia sudah menaruh hatinya, mempercayakan saya, dan dia kecewa karena saya menyia-nyiakannya demi orang lain. bagi saya waktu itu, kata kecewa tidak melambangkan apa-apa, bahkan saya berpikir suatu saat nanti pasti dia bisa memaklumi saya dan memaafkan kenaifan saya.
masalahnya, dia yang sekarang bukanlah dia yang dulu.
masalahnya, dia yang sekarang bukanlah dia yang mau menerima saya lagi di barisan penting hidupnya.
masalahnya, dia yang sekarang sudah mempunyai orang lain yang telah membuatnya bahagia dan tergla-gila.

lagi-lagi saya baru sadar, kata-kata bijak "happiness is the sweetest revenge" adalah benar adanya. mungkin dia tidak bermaksud untuk melakukan apapun, tapi bagi sayaorang yang pernah menolak dia mentah-mentahhal itu cukup menjadi tamparan untuk menyulap saya sebagai pengagum rahasianyajuga sebagai seseorang yang keberadaannya tidak akan pernah diusik oleh rasa keingintahuannya.
setiap melihat namanya muncul di jejaring sosial manapun, saya selalu membatin, "lo mikir apa sih nyet waktu itu?"

"Wish you could go back and tell yourself what you know now."
- Taylor Swift, Fifteen 

sampai hari ini, tidak sedikit teman baru saya yang menjadi tahu mengenai orang itu. saya selalu menceritakan hidupnya secara singkat dengan bangga, bagaimana saya selalu berkata bahwa saya terlalu bodoh dan naif sampai bisa menyia-nyiakan dia begitu saja.

lihat saya sekarang.
hal yang bisa saya lakukan adalah mencurahkan isi kegundahan pikiran ini dalam bentuk tulisan di blog, menjadikannya rapi sehingga orang bisa membacanya dan bisa belajar dari pengalaman bodoh ini. menceritakan cerita-cerita ini ke satu kuping ke kuping lain agar orang tahu bahwa bagaimana dia mempunyai kedudukan yang begitu istimewa di pandangan saya.
lalu lihat dia sekarang.
sibuk mengejar dan membina hati yang baru saja disinggahinya, berpetualang kesana-kemari sambil mengukir masa depannya--tanpa pernah ingat saya.

saya yang sekarang.. hanya bisa berharap suatu saat nanti dia bisa membaca tulisan ini dan kemudian bisa tersadar, atau tahu dengan sendirinya bahwa dia pernah menjadi salah satu penyesalan terdalam saya.
dan alasan saya trauma mendengar kata kecewa.

Monday, May 27, 2013

"Lalu aku tersadar."

apakah kamu ingat perjuanganku dulu? perjuanganku untuk bisa mendapatkan perhatianmu dan tatapan matamu di kala kita masih berada pada garis yang berbeda, perjuanganku untuk bisa menyadarkanmu bahwa sebenarnya akulah orang yang sudah berada di tempat ini dari awal. dan akhirnya waktupun mempersatukan kita, entah karena takdir ataupun sebuah kebetulan. apakah kamu percaya adanya cinta yang datang secara kebetulan?

dan lihat kita sekarang. bagaimana aku merasa jenuh dan muak terhadap semua permintaan dan amarahmu, dan bagaimana kau pun muak memintaku untuk bisa menjalani ini seperti apa yang kamu mau. tidakkah kamu sadar betapa egoisnya kita sekarang? bagaimana kau mencoba untuk tetap menarikku walaupun aku menolak dan mencoba berpaling, dan bagaimana aku pun mencoba untuk mencari celah bagi diriku sendiri agar bisa masuk ke kehidupan lamaku lagi.

apalagi?

apalagi yang harus kita perbuat untuk tetap menjaga semuanya secara utuh? agar perasaan tak menentu seperti ini kunjung hilang? bagaimana caranya untuk memperjelas untukku dan kamu bahwa kita sudah tidak saling terikat dan sudah seharusnya kita mencoba untuk mengerti dan memberi jarak bagi satu sama lain? bagaimana caranya untuk melatih diri ini untuk berhenti peduli? bagaimana caranya agar kita bisa berjalan bersamaan di garis masing-masing tanpa harus ada baku hantam?
bagaimana cara kita untuk menghentikan ini semua?

lihat bagaimana aku terdiam, berpikir bahwa semuanya bisa berujung baik kembali. lihat bagaimana kamu mencoba untuk memperbaiki semuanya dengan membandingkan keadaan. aku dan kamu tidak akan bisa kembali seperti kita yang sebelumnya ada; baik itu adalah aku, ataupun kamu, semuanya telah lebur menjadi indivivdu yang berbeda dengan mereka yang sebelumnya ada di kehidupan sebelumnya.
oleh karena itu, jangan tuntut aku, jangan banting meja itu ke arahku, karena sesungguhnya tidak ada sisi yang mempunyai sisi yang lebih lurus dari yang lain; semuanya sama.

jangan terdiam begitu saja dan meratapi nasib kita yang tak kunjung membaik, karena mungkin kebahagiaan yang kamu cari tidak lagi ada di dalam hubungan antara aku dan kamu, tapi justru ada di orang yang baru. aku ingat akan senyummu, bagaimana kamu bisa menenangkan hatiku dengan pelukan dan kata-kata yang kamu ucapkan. tidak akan ada pihak yang rela, tapi hanya bisa akan rela apabila salah satu menjalani itu dengan langkah yang lebih baik dan lebih mantap.
bukan untukku, atau untukmu secara pribadi, tapi untuk kita, dalam membangun senyum yang kian telah mati.

Thursday, February 7, 2013

365 Days of Existing


today started out just fine, i woke up late for work, nobody reminded me of going anyway and i wasn't big on remembering days and everything so.. yeah. but everything did change after i looked at my phone and realized that it should be something.

and suddenly a mailman came along with a package, i thought it's my mom's, since she's been having this online shopping frenzy for awhile, so getting a package wasn't a weird thing these days. but i was wrong, it was sent by him, the only guy who knew this day would mean the world for me, wrapped up nicely inside a brown paper envelope with some names written here and there, making it clear for me that it is him behind this. i smiled, i was nervous at first, trying my best to guess what could probably be his next surprise. and then i got into my room, unwrapped the gift, and voila:

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic


as you can see, he sent me a letter along with his artwork (i can't come up with a better name) of our 365 days of being together highlights. from the minute i unwrapped it, i started crying so loud i think my mom would probably hear me, i haven't even read the writings yet but i just cried. it's weird to think but i was so touched by the fact that he still made time for actually doing this and planned something to surprise me. and i called him, choked up by my own words and tears as i tried to say that i am very thankful for his surprise. we both said happy anniversary and i was still sobbing like a hungry hyena while trying to make myself feel better. at some point my tears just stopped, and we talked for some time. i also told him my version of his surprise for today, i said i thought that he would come home earlyhe's in Bandung nowto meet me and make a surprise for me this saturday along with his gifts.. but i do know now that it's not happening, so it was just my expectation, no biggie. and it was nice hearing him so happy without any tears at all, and then i realized that he is happy nowemphasize on the word 'is'. anyway since this separation is actually his idea, i can't help but see him as this relieved human being who looks like he just found a new peaceful place to breathe. it's a wee bit funny though, 'cause when it comes to me and my suggestions for separation before, what he did was just begging, asking for another chance and actually pointing his fingers at me saying that i just wanna run from him because i had no more love left to give. that sucks.

but it suck a 12793526512 times more when you're left being this needy person that nothing could ever cured but his existence, and every inch of your skin feels so fragile you're going to cry every time a person mentions something. everything looks unbearable and only time heals. i ended up like a witch the last time i moved on from somebody that i truly loved, and it took me 4 years to completely be okay after hearing his name and seeing him do stupid things he shouldn't have done. so, how long is this gonna take?

i said to him that i hold myself up every time i want to call him just so i can tell myself that this has to stop, to give myself a big exclamation mark of 'you're doing this again to comfort yourself and you're afraid of being lonely, and then in the end you're going to get hurt real bad'. at several times i can handle myself, but others i can't help but sending him Rachel's short heartbreaking dialog to Finn on Glee ep 04. and as i think about it, i was like really?? i never thought i could be that cheesy! and from that moment on i know that i am at my lowest point of strength and it's going to take awhile to control myself, i'm just blinded by the fact that we should be okay and fine right now, as i'm trying to get myself the front seat for another trip back in time. no one ever said that it would be this hard, i even forget how it felt back then.. so i can't wait for college to start, so i could get a grip, meet my friends so i don't have to look at my phone every time i feel bored as shit, and i just can't wait to be busy and not scared of being alone. 

anywaysss, to you, i just hope that everything gets better when i'm gone. your life, your grades, your friendships, your love life, everything. although it's been a pleasant year to be honest, from d-day til now. are you gonna miss me though? ‘cause you do sound like your life just gotten so much better (well, no offense) but i truly do wish for you to be happier, like always! and please be a man of your words. don’t just go fuck with somebody’s life by getting in and out like what you did to mine, because i solemnly swear that it hurts, it hurts so bad i still think that we’re actually going to make up anytime soon. i’m wishing you good luck and hope that you will always be the guy that i fell in love with, your charming look, your wise words, everthing. i’m sure you’re going to sweep someone’s feet away when you’re just being you. everybody’s got flaws, don’t feel sorry for that, soon enough you’ll be driving your chick to a whole new world.. just take her to places we wished we could visit back then, okay? ;)

i just found out that meeting you was actually meant for something. there are quotes saying that people come and go in your life for some reasons, either it’s just for a lesson, a karma, or maybe to make your life better, and maybe we were specifically met for facing the ups and downs of 2012, which was a year where we both needed someone to hold onto. imagine the year without me or you, what would we be now? without all those night calls, those life talks about our future, those deliberation of which schools should we enroll and be serious about. stories about our dreams, the baby steps of making it, it was there inside 2012 and in fact God had sent me you. that was the good part wasn't it? 

and i really am sorry if i’m still going to bug you with my pointless dramas and texts that will soon be nothing for you, it’s just me feeling that i need to find someone that would make time to listen to me. i’m a talker and i need a good listener, which act was taken by you along this year, but it’s not anymore, so i’m just going to fool around with my blog i guess. i’ll miss you you know, i might not find someone with the same taste as mine anymore, telling me stuff like i’m your little sister... i need that kind of guidance, so i’ll make sure my next should have this thing inside him. i’m just not sure if someone will be kind enough to hear my story and be as kind as you.. but who knows right?

and you should know that at times when i was so alone, i usually sing this to myself, pretending that we’re okay, crying myself to bits until my eyes sore. i won’t give any gifts for you because if i do then we’re going to talk again and that’s the thing we’ve been avoiding right? so i’m just going to cherish the moment when the mailman brought in some good news this morning and just pretend that we're still talking. i hope that you'll be okay, happy 365 days of existing, my dearest one <3>

Sunday, September 23, 2012

Boo September

The thing that you had never expected before can instantly ruin everything in a split second. And that's the highlight of my day on Sep 22.

I don't expect any of this could ever happen in such a crucial way (and time), I have never even predicted that we're actually separating for such case like this. But the good thing is, we did this as an agreement you know, nobody's dumping anybody. But when it comes to an agreement between both of the people, you know that shit went real. And it did. We fought almost everyday, we yelled, we cried... It's pathetic. Both of us got hurt; by the way we said things and did things. I was overwhelmed by how he was overreacting over stuff that was generally my point of weakness, and he got hurt by how he thought that everything I did is mostly underestimating and I took him for granted. On the other hand, I am genuinely surprised by how willingly he said things to assure me that I'll be his bestest friend, otherwise I usually find him asking for another chance. It's just funny when things finally occur to you, isn't it? When you find your special little habit is going somewhere, unleashing you from the hook that had pulled you away from anything else for more than 7 months, making you feel unwanted and stuff. Well it's more likely to see that he's unleashing his own rope away from me, and that's what making it worse, knowing that the eager to fight is no longer there.

But I'm just wishing that this is the best for both sides, even it hurts to the core and my eyes have been swollen for more than eight hours.

And by the way, this happens more than twice: times where I got to have a breakup just days before my birthday. So much for an early birthday gift huh? Swollen face, teardrops, and a heartbreak. The euphoria's gone. I am no longer looking forward to it anymore. Let's just skip everything to October.

Friday, August 24, 2012

Big Girls Do Cry

I'm losing the ones I love, the ones that promised me they'll stay when I need them, the ones that I used to know so much I thought that we were on the same skin, the ones whom once said will never be as far as they are right now. I've always known this kind of day would stick around, that one day when I feel like I'm all alone and I just can't seem to bear anything on my own. like I need attention, and I want everyone to feel sorry for me. I just probably need a gentle pat and a meaningful hug from everyone I know, as their sign of true apology and farewell. but everyone I know here are strangers, how can I feel you when I barely know you as a friend?

everyone's leaving me, one by one, trying to fulfill their dreams by leaving town or just replacing oldies with the newbies. and I'm trapped beneath this gigantic shell, and I can't move. both of my past and future are blocked; I'm stuck. I'm stuck in seeing them as people who tend to hear my stories, people whom I get to laugh and cry around with. but I guess they don't and aren't anymore. I know, this is life, and I should probably get inside my own boat too, but do you ever think of sailing by yourself? Me? I need those people to yell from the nearest lighthouse, telling me which way to go, warning me with the simplest way possible.

I hate adapting. I hate adapting to replace such good memories of them in my head. I love meeting and falling in love with another person, but it feels bad. this is the part that I always hate: changing. the flick, the clock, the tick. the change, the process, and finally, the habit. I spent 5 minutes thinking who am I gonna be next year. what kind of person I am when I get along with new people, or even date newer love. will you see me as the same person that I am today?

as you can tell, I'm on the verge of crying and begging for my friends to stay as sweet as they were and that one special person to not let go of me when I said I wanted a breakup. but life's just life. that one shitty bitch will always give you surprises from all corners of your life, giving you no time for thinking and wasting your life for being an actual loser. people come and go and you have to let them, or else just make way for them to get out. your folks aren't the only one who's going in and out you know, you're doing the same thing to the others too, even I do so. but please excuse me and my wise words, I'm trying to drown myself inside a box full of ice, crying until my eyes explode. because this is the time when I feel so alone, I'm left alone.

Friday, June 22, 2012

random (5)




pertama kali denger lagu itu beberapa hari yang lalu, lewat facebook temen. quite interested sama judulnya, jadinya dengerin sampai habis. hasilnya? a smirky face and I downloaded the song. bosen sih ya emang sama post yang isinya cinta-cintaan melulu, tapi dari sini gue jadi mikir akan sesuatu. semua orang gak pernah ada yang bisa tau apa yang bakalan nimpa mereka di hubungan yang mereka jalanin sekarang ini. sedih ya kalo tau relationships yang kita punya sekarang mungkin gak akan last selama apa yang udah kita pikirin. ada emang orang yang berhasil ngelampauin itu semua and I'm a proud witness, but the others?

gue kadang suka kecewa sendiri sama salah satu orang yang dulu pernah deket sama gue waktu SMP, she's younger than me, tapi cara dia ngebawa hubungan dia udah bener-bener serius dan gue cuman bisa geleng-geleng kepala. gue udah coba bilang ke dia, gaperlu sampe segitunya, gaperlu sampe se-all out itu. pusing ya ngebilangin orang yang udah mabok cinta, udah bener-bener buta sama kenyataan dan they just shut the world down. satupun suara nggak akan ada yang didenger kecuali suara pasangannya. sumpah it's never a good way to describe a relationship. mungkin emang, dia ngerasa pacarnya sekarang adalah sesosok orang yang bener-bener dia mau dihidupnya, but wrong. I've seen the way he treated her dan gue muak. dari cerita cewek ini, gue tau banget cowok itu labilnya parah banget. dan gue bingung apa lagi sih yang mesti dipertahanin di hubungan kayak gitu? apa nggak ada yang lebih worth it? ya gue nggak mau nyalahin mereka, karena pikiran mereka mungkin belum sepanjang itu and all they've ever wanted is just a frikkin fairytale. gue juga pernah beberapa kali ada di posisi labil kayak gitu, tapi gue cukup bangga pernah ngelewatin itu semua, experiencing is somewhat priceless to me. mending labil sekarang kan daripada pas udah gede nanti?

I'm not a love guru, perjalanan gue juga masih belom ada apa-apanya. tapi karena gue adalah orang yang selalu dia tuju untuk dimintain nasihatnya, gue pengen ngasih omongan yang sekiranya emang apa ya, ya nampar. nampar supaya bisa bangunin dia. gue sampe muter otak waktu ngasih sepatah dua patah kata ke temen gue itu, pengen supaya dia ngerti sedikit, dan yaa get a grip. tapi hasilnya? beberapa bulan putus kemudian balikan lagi. gue cuma nggak pengen orang-orang sekitar gue sedih cuma karna sesuatu yang dulu bisa bikin mereka angkat dagu, dan sekarang cuman bisa bikin bekas di otak, hati, bahkan fisik mereka. tapi gue tau kok, apa yang mereka semua jalanin sekarang ini, either it's bad or good, pasti adalah sesuatu yang bisa bikin mereka sadar, ngerti, dan dewasa nantinya. itu ajasih hal positif yang bisa gue tarik dari sini. kalo kata orang pembicara retreat gue waktu itu, semakin rompal hati orang, makin gede juga chance dia untuk bisa kuat dan wise. walaupun mungkin maksud dia bukan hanya mengasihi pacar, tapi itu adalah salah satu bentuk kecil kan? hahaha.

kalo ngomongin soal sakit hati dan mau diinget lagi, mungkin gue bisa nangis darah sekarang, tapi gue gak mau. I tend to choose to move forward rather than looking back. bagi gue sekarang, luka ya luka. luka itu bisa sembuh kok. tergantung kitanya aja yang mau ngobatin dengan baik atau engga dan awalnya mau dicuci apa engga. tapi semua rangkaian pengobatan itu gakbakalan lepas dari satu kata; perih. dan prinsip gue sekarang, biar perih asal sembuh. puitis banget ya? hahah yang penting gue bisa napas bebas sekarang. bebas banget sih engga, tapi luka gue udah lumayan sembuh berkat bantuan keluarga, temen, dan semuanya, walaupun belum sepenuhnya healed. kalo lo nggak pernah jatoh dan sakit sekarang, your life is pretty much wasted. dan untuk temen gue yang satu itu, I demand you to get yourself a breakup dan jangan balik-balik lagi. kalo nggak mau, yaa semoga lo dikasih pencerahan deh sama yang diatas. because you won't believe what love can do, till it happens to you. good luck! :-)

Friday, May 18, 2012

I've hitched my low.


secangkir susu di pagi hari ini membuatku sadar dan terbangun, sama seperti apa yang terjadi semalam lalu. rasanya, semuanya seperti terulang kembali begitu saja. aku akhirnya sampai ke tahap dimana aku sadar, bahwa hidup ini terus berjalan, dan kadang orang-orang di sekitarmu berubah.
bisa saja kita terbangun suatu hari dan sadar bahwa apa yang kita jalani selama ini bukan untuk kita. bisa saja kita terbangun di hari yang baru and we're not ourselves again.
kata-kata "feelings fade, people change, and some even leave us behind." benar-benar menjadi alasan kenapa aku menulis ini.


Feelings fade: fakta yang ada padaku sekarang, aku sedang menjalani sebuah hubungan. and it saddens me melihat dan menyadari betapa buruknya beberapa hari belakangan ini. mungkin inilah yang bisa dibilang roller coaster ride, tapi aku tidak pernah menyangka bisa menjadi se-frustrating ini. entah karena kita bertambah dewasa dan ingin mempertahankan pendapat beserta pandangan masing-masing, atau justru kita bukan lagi that one lovey-dovey type seperti beberapa bulan silam. bahkan sekarang sudah  mulai keluar kata-kata dimana kita berdua terkesan 'lelah' dengan semua ini. I couldn't even barely look at his eyes and feel safe, all I see is some kind of ego. jujur saja, ini kedua kalinya aku berada di tengah hubungan dan bertingkah seolah-olah ini adalah seorang Jasmine yang baru. tapi hari ini, -pagi ini tepatnya- aku telah menemukan sesosok diriku yang telah lama menghilang. sosok yang penuh dengan rasa ketidakpedulian (it is a bad thing), tapi benar-benar tau apa yang menurutnya benar dan ia mau. pada intinya, I've reached the point where all I'm seeing is true gray. both of us are lost. we're just waiting for someone else to pick us up again, to start a new story.
"It is so easy to see dysfunction between you and me, we must free up these tired souls before the sadness kills us both."  -  Maroon 5, Nothing Lasts Forever

People change: sebentar lagi aku akan dihadapi dengan malam kelulusan, dimana mungkin itu adalah pintu perpisahanku dengan sebagian orang yang akan pergi menuju pelabuhan mimpinya. hari dimana aku dan teman-temanku officially graduated, sama dengan hari-hari 'susah ketemu' begins. kita harus merancang hari-hari baru dimana kita bertemu tanpa seragam di luar sekolah dan melakukan catch up selagi kita bisa. I repeat, selagi kita bisa. begitu hari-hari kuliah datang, maybe since day one, cerita hidup masing-masing akan dipikul sendiri, atau mungkin kita akan menemukan bahu baru tempat kita bersandar, I don't know. bahkan sekarang saja, aku sempat merasa begitu jauh dengan beberapa orang yang tidak kukenal dekat. it hits my mind suddenly; gimana 3-4 tahun kedepan ya? this person will look like a total stranger to me. sekarang yang bisa aku perbuat hanya mencoba mempertahankan apa yang ada, aku sedang membuat tali antara aku dan teman-teman terdekatku agar aku tidak kehilangan mereka. aku ingin selalu ada di hidup mereka. aku ingin selalu mendengarkan kelanjutan dari cerita-cerita mereka sebelumnya, aku ingin melihat perkembangan hidup mereka. aku ingin menjadi orang yang selalu mereka ingat untuk merebahkan diri dan sejenak menangis meratapi nasib. I love doing that with them, because our friendship worths more than newer hellos, and we had stories people would probably demand experiencing. bottom line is, aku ingin bertemu mereka pada suatu kesempatan di masa depan nanti dan melihat mereka sebagai sosok 'putih abu-abu' yang pernah dan masih kukenal.

Monday, April 30, 2012

Things can fade away.



I can't remember how many people I forced to watch this damn thing. but as you can see, this video means a lot to me and my life personally. either when I'm in a relationship or not, this baby choked my throat like a beast every time I watch em again, causing a beautiful pain that produces one true paranoid lady.

karena aku memang sedang berada di tengah sebuah cerita yang nyata, aku hanya bisa berharap kita berdua bisa berbuat lebih baik untuk kedepannya. we had a rough day today. supposed to be just another usual fight, but I don't know what happened but both of us seemed tired and apparently just stopped trying. otherwise I know any couple should not possibly let any days go without being fine, and we didn't make it fine tonight. we've been dating for almost 3 months and I believe we've already entered stage 4. the stage where any other normal couples will take their babes for granted and stops trying. are we doing that? yea I think we are and it's never a good way to describe a relationship. arguments don't get solved, problems keep coming, and just... I don't know. I wish we're going to be wise enough to manage our whole feelings and shit. I wonder what we'd be like on the next 2 years.. will we be singing Gotye's Somebody That I Used to Know? lol hope not.

Monday, April 9, 2012

Imagination kills.

hello there... same old me is typing.
my usual visit to this blog will mean one thing and one thing only; I'm in the mood to blab.
no offense though, I made this blog and got it all pretty-looking and stuff because I want people to feel they can get inspired and just getaway with my words, and they will leave the page stuffed. I've been very busy (with procrastination) lately, and I couldn't help myself with it. I procrastinate like a boss, leading to one poor-over thinking brain, because it starts imagining things way too far... Geez you don't even want to hear it, nasty thoughts all over the place I tell ya. here goes...

firstly, semuanya berawal dari imajinasi yang terlalu berlebihan dan all the random fights we had lately.
why are we doing this? why are we still holding on to this? we got nothing but a dead end, have you ever think of that?
why are we still here, using the word forever even though deep down inside we knew that we're not going to make it? like, there's no other way than to surrender and leave it all behind? you know what I'm talking about right? we got 30% percent of our lives getting through this the way we want. what, the other 70? I don't know, vanished maybe? thank God for tumblr and weheartit, but I finally got the pic that'll evenly change my life. no need to post 'em here, but the quote goes like this:

"You need to know the odds are your high-school relationship won't last three months on campus. If God wants you to be together in four or five years, it doesn't matter if one of you goes to the moon. You'll be back together." 
                                           - 1001 Things Every College Student Needs To Know

to those random readers who don't even know about my story, well it kinda goes like this: we have different religions. crazy huh? now all you have inside your heads must be some "you're not going anywhere" or, "thank God for being single" or maybe some "just get it done and over with". first of all, this is just a three-month old relation, and we're not getting anywhere near the word 'serious'. well, what would you do if you were us? don't you want to dream and hope a little? do or die, there are only two choices of a relationship; you break up or you get married. you see, it's a dead end and we knew it. even our parents remind us sometimes, just because we're heading to college, and it's a tough decision we're making later on. we're dealing with feelings, which can lead to some serious frustration and mood swings, or maybe can occur to any possible things. I know forever is a long time, but I'm just wishing that what we're having and what we had could simply be the type of moments we both cherish and look up to. I wish the moments will last forever, in our memories. I don't know when, or how, but I'll be hating the time we finally say goodbye. sorry for having to say stuff like this, but for now I'm not the kind of person who relies on the power of forever and just rekindle with it, let this moment pass, and I swear I'll believe that word.

I wrote this especially for you. aku baru bilang kamu harus stop negatif pagi ini and look what I wrote hahaha -_-
I wouldn't wrote this if I don't care about us too much. from the way I see it, it won't be us who will end this, but it is the fate and all that. I wonder how it feels like to lose someone important like you. I've lost many, but I guess it'll be harsher than ever. the habit will kill, and the love too. the embrace, the existence... such a long list. I want us to be prepared, I don't know about you but I'm the one with the heavy heart and leaky eyes. you know what, screw the fights bro, I'll miss them so much. I'll miss you. pssh I hate goodbyes, but I guess being realistic saves us all huh? I couldn't guarantee whether we'll stay friends or not, cause it's going to be awkward. but you know, please believe in love. I know we're going to get that one happy ending, both of us will. you will be happy and have your dreams, with or without me. sorry for being too pessimistic, but it's life that we're dealing with.

Monday, March 12, 2012

Take it all.

Akhirnya hari ini datang. Hari dimana aku menghujani kedua mataku dengan begitu deras dan keras, rasa sakitnya seperti mencekat dada dan tenggorokanku. Hari dimana kepalaku seperti ingin meledak; suara kecil dalam hatiku berteriak-teriak menyadarkan sepalsu apa aku sekarang. Ia meneriakkan rasa lelah yang ia tahan begitu lamanya. 

Inilah yang aku benci tentang perasaan bodohku ini. Aku seperti diperbudak oleh diriku sendiri, aku perlahan berubah menjadi seseorang yang tidak kukenal. Semua hanya disebabkan karena aku yang terlalu larut dalam semua ini. Dan inilah yang terjadi apabila aku terlalu menyayangi seseorang. Aku akan berusaha sekuat tenaga utuk bertahan, entah dengan cara merubah diriku sendiri atau mencoba mengendalikan setiap situasi. Hasilnya? Selalu akan berujung seperti hari ini. 

Aku tahu dia tahu. Aku tahu dia sadar betul akan perasaanku terhadapnya, bahkan mungkin aku tidak perlu membuktikannya, karena realita telah terpampang dengan jelas di depan mata. Aku sungguh tidak mengerti dengan situasiku sekarang ini, karena aku tidak punya kekuatan yang cukup untuk melawan, kemanakah perginya diriku yang dulu? Yang bisa pergi tanpa mengucapkan kata apapun, yang bisa bermain dengan fakta dan membela diri dengan penuh percaya diri? Ada dimana sosok perempuan itu? Aku ingin berkata padamu, aku telah berusaha semampuku, telah kuberikan yang terbaik, dan usaha itu dapat dengan jelas dilihat dan dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. 


Aku tahu kamu menginginkan usaha dan hasil yang lebih dariku, tapi semua hal itu butuh proses dan tidak semuanya bisa dilakukan olehku; I have my own limits. Dan yang paling penting, kalaupun aku punya rasa sayang yang tidak perlu dipertanyakan lagi kepadamu, itu bukan berarti aku akan selamanya tunduk dan mengalah terhadap sekian argumen yang kamu buat. Dan tentu saja, akan ada suatu hari nanti dimana kita berdua sama-sama merasa paling benar dan tidak ada yang menginginkan untuk mundur dan mengalah. It almost happened today.


"But they don't know you like I do, or at least the sides I thought I knew." 
- Adele (He Won't Go)


Aku sempat berpikir, perjalanan kita tidak akan selalu lurus, dan aku mengerti hal itu. Tapi pemikiran itu telah membawaku kesuatu tempat dimana aku mempertanyakan kesungguhanmu dalam menerimaku apa adanya. Iya, aku akan berubah demi kelangsungan dan kelancaran ini semua, tapi bagaimana dengan kamu dan semua permintaanmu? Kita telah menyepakati bahwa kita akan sama-sama berubah, bersikap dewasa supaya semuanya bisa jadi lebih baik. Faktanya? Aku lelah menyalahkan diriku sendiri dan meminta maaf kepadamu agar tidak terjadi keributan lebih lanjut.

Aku sayang kamu, Ri, tapi bukan gini caranya. I know you're sensitive, I know you. But really though? Isn't there any exceptions or boundaries for your own girlfriend? Being emotional and moody is humane, but I wasn't made to clean up your mess, or be the person you  get mad to or even blame the fuck out of. Aku di sini akan selalu ada untuk mendengarkan cerita-ceritamu, menenangkan hatimu, mendukungmu, dan bahkan melarangmu melakukan hal-hal bodoh ketika kamu berada di ambang emosi. Aku tahu aku jauh dari kriteria perempuan yang sabar dan baik, tapi sebegitu salahkah aku di matamu? Didn't I give it all already?

In between the laughs and tears I've shed, we're actually arguing about little things. Hal-hal sepele yang seharusnya bisa dimaklumi, dan bukan hal yang bisa dikategorikan sebagai sebuah alasan untuk memulai terjadinya pertengkaran. This is far beyond childish. And I hate having this kind of feeling, cause I will ended up saying sorry the whole time. I'll say I'm sorry, even if I had to cry every time I say it, so I don't have to be angry and throw my words at you. I hope you'll understand, somehow. This is all about give and take; don't just sit there, be angry, and demand myself to always look right in your eyes. Just... Please understand and change a little, before it gets too late.

Wednesday, March 7, 2012

30/∞

Image and video hosting by TinyPic
so this is the person. 
the guy I've been looking up to when full of doubts for more or less than 30 days.
the guy I've relied myself on when in fear for more or less than 30 days.
the guy who's been trying so hard to get my moody days gone for more or less than 30 days.
the guy that I simply adore for what he is for more or less than 30 days.
the guy that used to keep me up all night with his jokes for more or less than 30 days.
the guy who's been struggling to turn my frown upside down for more or less than 30 days.


we might had a little story, but it felt like years already. I don't know if that's good sign or not, but I hope we'll make it through. with countless fights, hopes, dreams, and many other things to learn along the way. I know this is kinda young and cheesy, but I hope we last  longer than we ever could. and even though boys will still be boys anyway (no offense), just be different somehow. I don't know why am I saying this but I know you know that I've fallen hard for you, but that doesn't mean you can do whatever you like to hurt me or anything. too mainstream? nah, boys will do that when they know they're loved, won't they? :)

don't stop being who you are, I fell for you because of that. don't ever change, but the both of us should be like, stabilizing our mood a little bit, so we can both go through the days without having any bumps on the way. there will be ups and downs and turnarounds, but why don't we work together, be Sherlock Holmes and his sidekick, Dr. Watson! we'll figure out ways to keep ourselves company, yet without having any fights.

so, happy 1st ever monthsary, love. I love you, every now and then. bebebobob til infinity and beyond!

Sunday, February 26, 2012

Sorry


Tonight was supposed to be a great day. That's for sure.
Tapi mungkin ini tidak akan bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, atau mungkin dengan tindakan sekalipun.
I haven't announced this (on my blog) yet, but I have a boyfriend now. He's my best friend. Well he used to be. Dia orang yang ada di balik segelintir kisah sendu yang sempat kutuliskan beberapa bulan yang lalu. Inilah yang kusebut-sebut dengan keajaiban, di mana perasaan suka bisa datang tiba-tiba tanpa mengetuk pikiran terlebih dahulu, mendahului pikiran rasional kita dan menutup mata, hati, serta telinga.
Aku memang perasa, aku begitu sensitif dengan segala sesuatu yang berputar di sekelilingku. Rasanya satu lirikan saja bisa membuatku berpikir sejuta kali apakah mungkin orang itu berpikir buruk terhadapku. Dan itulah yang terjadi hari ini.

Entah harus mulai darimana, tapi perasaan ini begitu mengusik sampai-sampai aku tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Pikiranku kacau, anggaplah aku berlebihan, tapi aku tidak akan bisa tinggal diam. Ingin rasanya menyandarkan diri ke orang-orang terdekatku sekarang, tapi aku tau ini bukanlah saat yang tepat untuk membangunkan mereka dari tidurnya dan mulai bercerita tentang kejadian tadi.
Sebenarnya ini hal yang benar-benar sepele. Atau mungkin ini tidak memiliki efek samasekali pada mereka, tapi bagiku, ini benar-benar membuat kupu-kupu di perutku bergetar ketakutan.
Tapi aku takut kehilangan lagi.

Lagi.

Lagi.

Lagi.

Dan lagi.



Melihat keluarganya di depanku, dengan umur hubungan yang benar-benar masih bayi ini, merupakan tantangan nomor 1 di antara semuanya. Pandangan keluarganya.
Itu yang masih membuat mataku terjaga sampai saat ini. Kata-kata "harusnya tadi ikutan ngobrol aja, jangan malah jadi diem sendiri." yang kemudian dilanjutkan dengan keheningan panjang di dalam sudut-sudut terdalam otakku.
Lalu sesampainya aku di atas kasur, aku teringat akan suatu hal.
Aku ingat tentang unrequited love versi dia.
Ingatkah kalian bahwa aku dan dia dulu sempat menjadi sahabat dekat? Yang berarti aku tau seluk beluk pemikirannya dan segudang cerita tentang dirinya. Dari cerita basa-basi sampai ke cerita yang serius sekalipun. Dan aku tau tentang bagaimana rasa sukanya pernah tidak terbalaskan oleh seseorang.
Aku tau bagaimana rasanya melihat orang yang sempat kita miliki dan yang tidak sempat kita miliki sama sekali. Jenis pandangannya berbeda, pandangannya akan berubah nanar dan mimik mukanya akan berubah, aku tau karena aku juga pernah merasakan hal yang serupa. Dan aku menyaksikannya dengan mata kepalaku hampir setiap hari. Help?


Maafkan kepesimisanku, tapi aku membayangkan bagaimana kalau semua ini berputar 180 derajat.

Bagaimana kalau perempuan itu lah yang berada di kursi panas tadi, dan bukan aku. Pasti suasana akan menjadi jauh lebih menyenangkan. Pasti tidak akan ada hening yang tercipta seperti tadi. Pasti dia bisa menyesuaikan diri dan membuat nilai plus di mata keluarganya, unlike me.
To be honest, I can't see that gaze from his eyes. Tatapan yang bisa mengamankan keadaan hatimu ketika sedang full of doubts. And that made me think.
Ini seperti kaset rusak yang terulang kembali setelah 4 tahun telah teredam sementara. Ceritanya hampir sama, hanya dimainkan dengan orang yang berbeda, di waktu yang berbeda pula. Akankah akhirnya sepahit waktu dulu?

Kay so I'm gonna apologize to you.
I'm sorry I couldn't be that girl. That happy silly wonderful talented girl that you've dreamed of having. I know I'm nothing compared to her.
She'll make a perfect 10 out of your sight while I'm only getting 8.5 :-)
Don't even mention it, I can guess it straight from your eyes.
And I'm sorry for me, I'm just being the girl that I am. Call me excessive, but these insecurities have been killing me since day one. I'm sorry that you're trapped with me, this moody kid has got nothing to figure out.
Just let me know if you're tired or something, some time later.

All those 'forever' words I've sent & said to you might have gone way too far, but let them be some kind of hope. I know we're going nowhere, but at least give a little space for me to dream a little.
Again, I'm sorry if I'm not the girl you've waited and hoped for so long, at least God has given me a little chance to sculp your love paths.
I hope you don't mind though. It's only for a little while :-)
Again for the third time, I'm sorry.

Monday, December 12, 2011

Dalam Diam


"Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri."  -  Refrain (2009)

I'm hoping that this would be the last post that I'll be dedicating to him; the person whom I've fallen in love with.
Sayup rinai hujan dan suara AC bergeming di otakku, mencoba menyadarkanku bahwa seharusnya aku telah terbaring setengah tak bernyawa dengan kedua mata yang tertutup dibalut selimut hijau kesayanganku. Tapi aku sadar, aku tidak akan melakukan itu malam ini. Tidur bisa kulakukan nanti, bisa kujalani dengan hitungan jam dengan jari kecilku. Ide gila untuk menulis di tengah malam sunyi ini muncul begitu saja ketika aku sedang mencoba menelaah perasaanku sendiri. Apakah ini salah?

Bukan mauku untuk mempunyai tatapan nanar penuh harapan setiap kali aku melihatmu. Bukan mauku juga untuk tidak segera terbangun dan menyadari kenyataan bahwa hukumnya haram bagi sahabat untuk saling suka. Tunggu. Akan menjadi sebuah cerita lain kalau memang mereka berdua saling terbalut rasa suka yang lebih untuk keduanya, tapi akan menjadi sebuah cerita pahit apabila yang dialami justru sebaliknya. Aku ingin bertanya kepadamu sesekali, apakah benar kamu sama sekali tidak merasakan apa yang sudah kucoba katakan?

Dadaku seperti terajam oleh berbagai jenis pisau ketika kau bercerita singkat tentang kehidupan rahasiamu yang sepertinya enggan kau ceritakan padaku. Pahit. Sangat pahit sampai ke ulu hati. Ini pahit yang benar-benar kurasakan di tunas pengecap pada lidahku sewaktu kau dengan ringannya melontarkan berbagai kenyataan yang seharusnya telah aku pahami. Lidahku seperti dihantam palu, tertiban batu, dan dipaku paksa. Sungguh, hati ini sungguh kelu.

Kemarin, kau cukup membuatku senang. Senang dalam artian bahwa kita bisa melewati satu hari tertawa bersama lewat percakapan yang tiada henti-hentinya. Tapi setiap kali pikiranku mulai menjauh, aku segera menutup mata, menggelengkan kepala, dan mengulang dengan terus menerus pernyataan ini: "Kita sahabat. Kita sahabat. Kita sahabat dan akan terus begitu selamanya."
Terdengar dramatis mungkin, tapi itulah yang terjadi sesungguhnya. Aku benar-benar menutup mata dan melakukannya. Aku tersadar akan suatu fakta bahwa memang kita berdua terlahir untuk saling mewarnai hidup satu sama lain sebagai warna tunggal, bukan warna yang nantinya akan bisa tergradasi dan hidup berdampingan secara anggun.

Aku tersenyum mengingat betapa bodohnya aku untuk melihatmu dari belakang dan berharap lebih akan semuanya. Sahabat perempuanku yang bernama Fristine pernah mengatakan bahwa adalah sebuah kesalahan yang fatal bagi seseorang yang menyukai sahabatnya sendiri. Dan aku merasakannya sekarang. Kehangatan yang kamu berikan bak kehangatan seorang kakak laki-laki yang hendak melindungi adik perempuannya, yang selalu siap dengan pikiran-pikiran tegasnya dan kacak pinggangnya.

Cerita kita mungkin tidak berakhir dengan bahagia, karena memang hidup tidak selalu diselingi dengan pagelaran seni yang mengundang gelak senyum dan tawa semua orang. Kadang, kita harus dengan terpaksa berjalan di bawah derasnya hujan, di atas pandangan heran orang-orang tentang kegagalan yang kita raih. Mungkin aku telah gagal menyadarkanmu tentang perasaan ini, but I hope one day that you will. No matter how late it is to see, at least you knew that I was stabbed by your stories, your love stories.

Sahabat, sekarang aku akan melepas pergi perasaan ini. Sekaligus melepasmu pergi bersama seseorang yang telah kamu pilih. Dada ini terhenyak, aku sempat berhenti mengetikkan kata-kata. Tidak disangka, aku kehilangan lagi. Tapi untungnya, kali ini kehilangannya terlihat lebih mulus dan tulus dari biasanya, aku sudah ikhlas. Bawalah dirimu pergi ke atas awan untuk menikmati hari-hari baru indah nan cantik tanpa lontaran tatapan kosong jahanam milikku, rangkul gadismu dan bawa dia mengelilingi galaksi raya.


"Sayangnya, di setiap cerita harus ada yang terluka."  - Refrain (2009)


Hanya sekedar pesan bagimu,
seseorang yang selama ini berada di dekatmu, yang selama ini tenggelam bersamamu dengan gelak tawa dan senyuman riang, dan juga serta merta mendengarkan keluh kesahmu, pernah berpikir lebih jauh dari sekedar sahabat dekat. Ketahuilah, bahwa kamu adalah orang pertama yang bisa membuat mulutku terasa begitu pahit, sampai ulu hatiku terasa nyeri sampai melilit. Dan ketahuilah, bahwa aku adalah gadis yang diam-diam pernah mengagumimu, menyukaimu, dan mencintaimu, lebih dari sekedar itu.

Tuesday, November 29, 2011

Bro.

darling I don't wanna spend more time trying to read you anymore.
I might have fallen hard for you, but this aint count as a healthy one no more.
all I'm seeing is me chirping outside your window, hitting my beak on the glass, trying to get your attention in whichever condition I can possibly interfere.


PATHETIC.

though life was made for us to chase to get to the bottom of it, this is not the kind of chase that I'm capable of. I'm a girl for heaven's sake. 
girls will grow into strong independent women whom will keep everything going inside a house, but if something speak before their hearts, it will soon become a grieve.
that tingle that keeps me awake in every sight of you, keeps on reminding me that you are kind in a very common way. that is the most hurtful thing to see, and to play inside my mind.
there's always this stupid ability that will make almost every girl die in heartbreak.
you wanna know what? that is The Signal Reading. once I've read an article that says girls are mostly very sensitive until they find themselves sensitizing wrong things--the ones that should not be felt nor perceived.

and I'm heading towards that path. that one wrong path.

I'm wrong in seeing you liking me in a way I've never known before. I simply wronged you and I'm trapped inside my own stupid thoughts. It's been nothing more but a bro-sis relation kind of type. I've written down 3 posts (including this one) and it has been nothing more than that. I've spent one whole year and now what? another months?

I wish you could see every single post I've written for you, and finally see the feeling that you possibly cannot see in any way. from this quote below, I'll always picture this as a memory of us, although it may not be ended as perfect as the movie, we've done quite a performance; from keeping people guessing, until having the most random kid in class tease us without him knowing anything.

"There's nothing better than a great romance... To ruin a perfectly good friendship." 
                                                                                   - A Lot Like Love (2005)



shit happens, right?

Image and video hosting by TinyPic



Wednesday, November 23, 2011

Tasteless.




"if I were Taylor Swift, I'd pick up my guitar right this moment then write a very touchy song, go tell the world how I actually feel and leave a mark on everybody's mind."





unfortunately, I'm no Taylor Swift and I can't play the guitar. my voice squeaks every time I sing something out, and I'd rather stay zipped.
by the way, have you ever heard about Charlie Brown? yes, the one from Peanuts the comic strip. and if you have, let me introduce you to this quote: 
Image and video hosting by TinyPic
do you get it? unrequited love. shit.


Rasanya seperti berdiri di bawah hujan tanpa satupun mata menoleh ke arahmu, seperti mendapati dirimu tengah meraba lantaimencoba mengumpulkan kertas-kertas yang berjatuhan di lantaitanpa ada satu orangpun yang membantu. Perkataan ini memang terlalu bodoh, tapi sejujurnya inilah yang tengah terjadi dalam kehidupanku. Tak terbalaskan. Mengenaskan, bukan?
Pahit rasanya tidak mendapatkan uluran tangan yang engkau dambakan sejak satu tahun yang lalu, tangan orang lain silih berganti, mencoba mengangkatmu dan merapikan barang-barangmu. Tapi rasanya aneh, sungguh berbeda. Hatiku dan aku terbiasa mendapatkan apa yang kuinginkan dalam bentuk apapun, jadi ini adalah satu dari tamparan terhebat dalam hidupku kini.
Entah seberapa bodoh dan tololnya dia untuk tidak segera mengerti dan menyadari perasaan dan keberadaanku ini, padahal jarak sama sekali bukan penghalang, karena dia adalah salah satu orang terdekat saat ini.


Tolakan yang ia berikan cukup halus, sekaligus sangat menyakitkan dan menyedihkan. 
Dia adalah salah satu dari dua orang yang tidak bisa aku baca. Gerak-geriknya memang 'terlihat' meyakinkan, tapi mungkin sejauh ini hanya pertemanan belaka. Kosakata 'baik' sungguh dipegang secara utuh dan teguh olehnya, tentunya secara general pula. Mungkin dalam hidupmu, aku hanya satu dari sekian orang yang hanya memegang peran substitusi, tapi kamu mulai menjadi barang komplementer. Pertemuan kita mungkin singkat, hanya sebatas tertawa di atas inside jokes dan gambar-gambar yang super cheesy. Boring? No, never to me. I'm enjoying my time whenever I'm wih you. Berbeda mungkin denganmu, tapi aku si gadis yang berada di sampingmu dan diam-diam mengagumi ucapan dan berbagai sudut pandangmu. Berjuta orang boleh menghinaku, mencacimakiku dan mengejekku like there's no tomorrow, tapi itu tidak apa. Orang bilang, yang namanya perasaan itu tidak bisa dibohongi. Mungkin itu yang paling pas denganku sekarang. No matter how hard I force myself to be okay, there's always a way to snap me back into the reality. That one shitty reality that I actually like him, for more than just that guy. 


Meski aku tau semua yang berawal dari chase yang dilakukan oleh pihak perempuan tidak akan pernah berakhir bahagia, setidaknya aku tau rasa itu lagi. Ini salahku memang dari awal, tidak seharusnya aku merasa seperti ini. Seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuan orangpun semakin bertambah dan aku membencinya. Sejujurnya aku ingin keluar dari lingkaran setan ini, ingin kembali merasa normal tanpa ada gangguan. Friendship's number one, my friend. Therefore, I would like this feeling to stop. Let's pretend nothing's happened. We're good right? Yup, I can see that from your face, this doesn't even matter to you. Hahaha silly me, why the hell should I expect you to care?

Sunday, November 6, 2011

Untitled, I guess.

to all the universe i may proclaim, to all the apocalyptic destructions i might have heard. i hereby declare, that i couldn't help but realizing i'm going too far on a book. i don't know why, but i think i might preserve some of the ideas of seeing me as a very melancholic person. i may have a strong argument, or people judge me as some kind of a strong independent powerful little girl, but aside from all that, from all the choleric sides of mine, the littlest thing can still occur to having me tearing down every silence in this world. no joke.
for an example, i've been reading this superbly cool bookAntologi Rasa, by Ika Natassa and a very illogical thing came straight through my mind.

okay let's narrow this thing down once and for all.

i'm not stating anything, but i'm struggling. struggling to get out from my own window of the world. i'd like to see myself waking up from my bed feeling so empty i couldn't even smile. i don't wanna be like this forever. now i'm having this period of time when i think every single love song in this world was meant to describe MY situation. people listen to some crappy joke saying "we'll just have to wait to prove everything" that doesn't even make sense to me.

shit. am i going to face this whole thing again? alone?

i am beyond my shoulders and knees to say that i would like this feeling to stop. i'm still sugarcoating it aren't i? i'm not going to waste another second of my life trying to fix everything just by standing close to that person, pretending i'm the girl that he should talk to when he's in misery, or just when he's trying to show some kind of funny pics he thinks they're worth laughing for. devastating, i know. for the second record of my life, i can't believe i can relive this match in me within 2 seriously pathetic years. i can't get what i want every time, kay. i got it. but if i'm wanting myself to get out of this box, why can't God let me do that?
i understand if i'm not as attractive as things can be, but at least i'm there to watch your games, i'm there to make you laugh, and i'm there to retell every stories you haven't heard about before. quoting from that book, "if a girl laughs with you, she likes you. but if you're the reason that she cries, then she loves you."
i almost cried hearing Endah N' Rhesa singing When You Love Someone yesterday, that beautiful song reminds me of how stupid i am to you. well no, i'm sane enough to hold my words back my darling. there's no chance that i'm going to say it out loud.

okay what matters to me the most, is this:

"what if in the person you love, you find a best friend instead of a lover?"

and as i'm starting to finish this post right here, i'm contemplatingthinking that you are my best friend indeed. all the stuff we do, never gonna matter to you. at all. therefore, i should stop thinking like this. let's start emptying the 'you' box from my mind, and do some great works instead.
well hopefully. 


Tuesday, November 1, 2011

dia, lagi.

kamu. kamu dan segelintir harapan di matamu. kamu dengan pelukan itu. kamu dengan sejuta aksimu, dan dengan berbagai macam kebaikanmu. jujur saja, entah kenapa, mungkin tidak akan pernah kutemukan lagi orang dengan kebaikan setulus itu. segala yang kamu haturkan mungkin terasa ringan di awal, tapi terasa sangat berat untuk diingat dan dibandingkan. kehangatan yang kamu berikan, dari sorot mata dan juga ucapan, tak kunjung habis walau ikatan sudah tidak terjalin. bagiku, hari ini begitu mempesona, aku tau aku dicintai, tanpa aku harus menanyakan kepadanya berulang kali. dia mungkin tidak punya wajah yang paling baik, ataupun fisik yang benar-benar menarik, tapi aku cukup bangga dan bahagia untuk bisa hidup berdampingan dengannya sampai saat ini, aku beruntung pernah bertemu dan menjalin cerita akrab dengan orang seindah dia. kau tau? aku pernah mengalami hari terburukku. ketika aku sedang datang bulan, aku seperti mau mati. sakitnya bukan main, rasanya perutku sedang dihukum malaikat. aku tau ketika detik itu aku sedang mencoba menenangkan perutku, dia berada tepat di belakangku. aku tau dia mencoba melihat, namun ternyata dia pergi, begitu saja. beberapa menit kemudian, dia datang lagi membawakan obat. hatiku seketika terhenyak.

how many boys exactly would do that to you?

pegangan tanganmu, wajah khawatirmu, dan semua-muanya yang pernah kamu berikan, itu sangat berharga bagiku. aku tau aku aman bersamamu, dan aku tau aku nyaman berada dalam pelukanmu.

berapa laki-laki yang dengan sukarela mau memakai kostum Spongebob di hari ulangtahunmu yang ke-17 di tengah-tengah sekerumunan orang banyak hanya untuk mengejutkanmu? atau, adakah laki-laki yang berani berbuat demikian hanya untukmu?

sekilas aku tersadar. aku mungkin tidak akan menemukan orang lain yang nantinya mau berbuat hal-hal tertentu untukku, karena tiap orang ada pada pembawaan dirinya masing-masing. sedih memang rasanya melihat senyuman yang kamu layangkan kepadaku dan ratusan kata-kata konyol yang kamu tudingkan hanya untuk membuatku tertawa sejenak dan meninggalkan emosiku, kapan lagi bisa kutemukan momen-momen seperti ini?

hari ini aku sadar, aku tidak memedulikan apa kata orang tentangmu, ataupun tentang kita. yang aku tau, dan hanya itu yang perlu aku tau, bahwa aku sayang padamu, dan aku percaya kalau kamu mampu memberikan seribu kali lipat perasaan yang sama kepadaku. aku tidak tau kelanjutan cerita ini, tapi yang penting kita masih bisa saling peduli satu sama lain, tidak mementingkan status apa yang kemudian hari kita sandang. layaknya dua orang sahabat dekat, aku dan kamu akan kembali menjalin persahabatan yang tidak kunjung habis, sekarang dan selamanya.

Friday, September 9, 2011

Hening.

ketika aku mendengarmu mengeluh berulang kali, rasanya aku ingin memelukmu dan menyandarkan kepalaku di bahumu, memandang rapuh sebentar, dan bertanya, 'apalagi yang salah denganku sekarang?'
menjadi bagian dari kehidupan yang kita jalani sekarang terdengar sangat berat. orang bijak bilang, bukan hidup namanya tanpa ada masalah. ketika aku berpikir bahwa kita berdua akan baik-baik saja, muncul lah badai yang menghalangi arus baik kita, selalu ada perusak suasana yang membawa aku kembali ke awal cerita dan kerap kali menyesalinya.

jika kamu sedang memandang tulisan ini dan berniat untuk menanyakan apa yang membuatku menulis demikian, urungkanlah niatmu. ini hanya sebuah perasaan yang ingin meletup begitu saja. terlalu lama sudah kutimbun di dalam hati. aku hanya ingin bertanya kepadamu malam ini, 'Apa jadinya kita nanti?' memang takdir tidak akan bisa kita putuskan, tapi apa yang harus aku lakukan untuk kembali ke posisi dimana semua baik-baik saja? semakin kesini, aku makin memikirkan bagaimana kita akan bertahan ketika sudah tidak terikat. bullshit. kita akan terus dan selalu merasa tergantung seperti ini kalau tidak ada orang lain yang menegaskan. atau dengan kata lain, kalau tidak ada penggantinya. kita pun harus melewati fase dimana kita akan kerap membandingkan satu sama lain dengan yang baru. rumit? sangat.

masalah keyakinan dan sekitarnya, dan bagaimana keluarga kita merespon kehadiran satu sama lain. terlihat sangat serius dan dewasa bukan? padahal kita berdua belum menginjak usia legal. tapi itulah kenyataan yang kita berdua hadapi sekarang, dan itu merupakan akar dari segala macam masalah. memang benar katamu, apa yang sedang terjadi, itulah yang harus kita perhatikan. masalah besok atau lusa, itu tergantung hasil hari ini. 'Jalanin aja lah, Min.'

keyakinanku dan semua bagian tubuhku seperti menolak kehadiran kata-kata itu lagi. aku perempuan, aku berpikir ke depan dan ke belakang, pikiranku selalu bercabang. akankah kau membenciku karena hal itu? membuang pikiran negatif tentang hal ini tidak berbanding terbalik dengan tingkat kemudahannya, Dino. kunyah kata-kataku, serap, dan rasakanlah mereka menyatu di dalam darahmu.

Sunday, September 4, 2011

Page 87

Image and video hosting by TinyPic

#enoughsaid #inspired







Saturday, September 3, 2011

Karena Dia

ada pepatah yang mengatakan: behind a great man, there’s always a great woman.
Mungkin, saya sudah menemukan great woman saya. Entah itu terlalu cepat mengatakannya, yang jelas saat ini, saya nyaman bersama dia. Saya pernah berkata kepada dia, “pabrik Hallmark tuh ada otak gua.” Lalu dia bingung dan berkata, “hah maksudnya?”, "iya, makanya gue kreatif."

Kalian semua tahu kenapa ada pabrik Hallmark di otak saya? Jawabannya ada di judul dari tulisan ini. Ya, itu karena dia.
Karena dia, kemauan dan kemampuan sulap saya bertambah. Karena dia, saya mampu membuat video stop-motion dan hingga saat ini, video itu telah ditonton oleh 21 orang di seluruh dunia. Karena dia, setiap hari saya termotivasi untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dari kemarin, dan terbaik untuk dia hari ini. Hanya dengan satu kalimat ‘aku sayang kamu juga’, dia bisa membuat sebuah senyum lebar lahir di muka saya.

Terimakasih untuk semuanya, semoga kita berdua bisa tetap selalu berhubungan baik meski sudah tidak terikat, dan pada akhirnya bisa menjadi dokter dan wartawan yang luar biasa. Karena kita, adalah extraordinary couple. See you on top, Jasmine Alifa.


Cornellius Dharwindo, 3 September 2011, 00:40.