TIME RUNS FAST.

Friday, May 18, 2012

I've hitched my low.


secangkir susu di pagi hari ini membuatku sadar dan terbangun, sama seperti apa yang terjadi semalam lalu. rasanya, semuanya seperti terulang kembali begitu saja. aku akhirnya sampai ke tahap dimana aku sadar, bahwa hidup ini terus berjalan, dan kadang orang-orang di sekitarmu berubah.
bisa saja kita terbangun suatu hari dan sadar bahwa apa yang kita jalani selama ini bukan untuk kita. bisa saja kita terbangun di hari yang baru and we're not ourselves again.
kata-kata "feelings fade, people change, and some even leave us behind." benar-benar menjadi alasan kenapa aku menulis ini.


Feelings fade: fakta yang ada padaku sekarang, aku sedang menjalani sebuah hubungan. and it saddens me melihat dan menyadari betapa buruknya beberapa hari belakangan ini. mungkin inilah yang bisa dibilang roller coaster ride, tapi aku tidak pernah menyangka bisa menjadi se-frustrating ini. entah karena kita bertambah dewasa dan ingin mempertahankan pendapat beserta pandangan masing-masing, atau justru kita bukan lagi that one lovey-dovey type seperti beberapa bulan silam. bahkan sekarang sudah  mulai keluar kata-kata dimana kita berdua terkesan 'lelah' dengan semua ini. I couldn't even barely look at his eyes and feel safe, all I see is some kind of ego. jujur saja, ini kedua kalinya aku berada di tengah hubungan dan bertingkah seolah-olah ini adalah seorang Jasmine yang baru. tapi hari ini, -pagi ini tepatnya- aku telah menemukan sesosok diriku yang telah lama menghilang. sosok yang penuh dengan rasa ketidakpedulian (it is a bad thing), tapi benar-benar tau apa yang menurutnya benar dan ia mau. pada intinya, I've reached the point where all I'm seeing is true gray. both of us are lost. we're just waiting for someone else to pick us up again, to start a new story.
"It is so easy to see dysfunction between you and me, we must free up these tired souls before the sadness kills us both."  -  Maroon 5, Nothing Lasts Forever

People change: sebentar lagi aku akan dihadapi dengan malam kelulusan, dimana mungkin itu adalah pintu perpisahanku dengan sebagian orang yang akan pergi menuju pelabuhan mimpinya. hari dimana aku dan teman-temanku officially graduated, sama dengan hari-hari 'susah ketemu' begins. kita harus merancang hari-hari baru dimana kita bertemu tanpa seragam di luar sekolah dan melakukan catch up selagi kita bisa. I repeat, selagi kita bisa. begitu hari-hari kuliah datang, maybe since day one, cerita hidup masing-masing akan dipikul sendiri, atau mungkin kita akan menemukan bahu baru tempat kita bersandar, I don't know. bahkan sekarang saja, aku sempat merasa begitu jauh dengan beberapa orang yang tidak kukenal dekat. it hits my mind suddenly; gimana 3-4 tahun kedepan ya? this person will look like a total stranger to me. sekarang yang bisa aku perbuat hanya mencoba mempertahankan apa yang ada, aku sedang membuat tali antara aku dan teman-teman terdekatku agar aku tidak kehilangan mereka. aku ingin selalu ada di hidup mereka. aku ingin selalu mendengarkan kelanjutan dari cerita-cerita mereka sebelumnya, aku ingin melihat perkembangan hidup mereka. aku ingin menjadi orang yang selalu mereka ingat untuk merebahkan diri dan sejenak menangis meratapi nasib. I love doing that with them, because our friendship worths more than newer hellos, and we had stories people would probably demand experiencing. bottom line is, aku ingin bertemu mereka pada suatu kesempatan di masa depan nanti dan melihat mereka sebagai sosok 'putih abu-abu' yang pernah dan masih kukenal.

Monday, April 30, 2012

Things can fade away.



I can't remember how many people I forced to watch this damn thing. but as you can see, this video means a lot to me and my life personally. either when I'm in a relationship or not, this baby choked my throat like a beast every time I watch em again, causing a beautiful pain that produces one true paranoid lady.

karena aku memang sedang berada di tengah sebuah cerita yang nyata, aku hanya bisa berharap kita berdua bisa berbuat lebih baik untuk kedepannya. we had a rough day today. supposed to be just another usual fight, but I don't know what happened but both of us seemed tired and apparently just stopped trying. otherwise I know any couple should not possibly let any days go without being fine, and we didn't make it fine tonight. we've been dating for almost 3 months and I believe we've already entered stage 4. the stage where any other normal couples will take their babes for granted and stops trying. are we doing that? yea I think we are and it's never a good way to describe a relationship. arguments don't get solved, problems keep coming, and just... I don't know. I wish we're going to be wise enough to manage our whole feelings and shit. I wonder what we'd be like on the next 2 years.. will we be singing Gotye's Somebody That I Used to Know? lol hope not.

Sunday, April 29, 2012

Psh, thoughts.

do you know what suck about having terrible experiences in your life? they mess with your present sometimes, and they will remain forever inside you. entah seberapa dalam lubang yang kamu gali untuk menyembunyikan itu semua, tapi lambat laun itu pasti akan terlihat juga. it was once who you are, tapi kamu hanya meninggalkannya untuk kehidupan yang baru dan yang lebih baik. apa yang terjadi sekarang?

apa yang terjadi sekarang hanya keuntunganmu. keuntungan dimana kamu dapat menemukan orang yang bisa menerima itu semua, baik ataupun buruknya cerita masa lalumu. pada suatu titik di hidupmu, kamu akan sadar bahwa apa yang kamu punya adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain. orang yang bisa menerimamu sebagaimanapun wujudnya, hanya dirimu seorang. orang di luar sana pasti punya ekspektasi tinggi tentangmu dan gambaran fisikmu, padahal itu semua bisa berbanding terbalik dengan siapa dirimu sesungguhnya. apa yang sudah kamu lakukan, apapun kisah yang pernah kamu bina dan jalani, tidak membuatmu sebagai sesosok orang yang lain. mungkin kamu akan berubah, tapi tidak akan bisa sepenuhnya. kamu berubah menjadi orang yang lebih berpengalaman, dewasa, dan bijak, tapi sisi dirimu dari waktu dulu akan terus menjadi bagian dari pribadimu, sampai selamanya.

Monday, April 9, 2012

Imagination kills.

hello there... same old me is typing.
my usual visit to this blog will mean one thing and one thing only; I'm in the mood to blab.
no offense though, I made this blog and got it all pretty-looking and stuff because I want people to feel they can get inspired and just getaway with my words, and they will leave the page stuffed. I've been very busy (with procrastination) lately, and I couldn't help myself with it. I procrastinate like a boss, leading to one poor-over thinking brain, because it starts imagining things way too far... Geez you don't even want to hear it, nasty thoughts all over the place I tell ya. here goes...

firstly, semuanya berawal dari imajinasi yang terlalu berlebihan dan all the random fights we had lately.
why are we doing this? why are we still holding on to this? we got nothing but a dead end, have you ever think of that?
why are we still here, using the word forever even though deep down inside we knew that we're not going to make it? like, there's no other way than to surrender and leave it all behind? you know what I'm talking about right? we got 30% percent of our lives getting through this the way we want. what, the other 70? I don't know, vanished maybe? thank God for tumblr and weheartit, but I finally got the pic that'll evenly change my life. no need to post 'em here, but the quote goes like this:

"You need to know the odds are your high-school relationship won't last three months on campus. If God wants you to be together in four or five years, it doesn't matter if one of you goes to the moon. You'll be back together." 
                                           - 1001 Things Every College Student Needs To Know

to those random readers who don't even know about my story, well it kinda goes like this: we have different religions. crazy huh? now all you have inside your heads must be some "you're not going anywhere" or, "thank God for being single" or maybe some "just get it done and over with". first of all, this is just a three-month old relation, and we're not getting anywhere near the word 'serious'. well, what would you do if you were us? don't you want to dream and hope a little? do or die, there are only two choices of a relationship; you break up or you get married. you see, it's a dead end and we knew it. even our parents remind us sometimes, just because we're heading to college, and it's a tough decision we're making later on. we're dealing with feelings, which can lead to some serious frustration and mood swings, or maybe can occur to any possible things. I know forever is a long time, but I'm just wishing that what we're having and what we had could simply be the type of moments we both cherish and look up to. I wish the moments will last forever, in our memories. I don't know when, or how, but I'll be hating the time we finally say goodbye. sorry for having to say stuff like this, but for now I'm not the kind of person who relies on the power of forever and just rekindle with it, let this moment pass, and I swear I'll believe that word.

I wrote this especially for you. aku baru bilang kamu harus stop negatif pagi ini and look what I wrote hahaha -_-
I wouldn't wrote this if I don't care about us too much. from the way I see it, it won't be us who will end this, but it is the fate and all that. I wonder how it feels like to lose someone important like you. I've lost many, but I guess it'll be harsher than ever. the habit will kill, and the love too. the embrace, the existence... such a long list. I want us to be prepared, I don't know about you but I'm the one with the heavy heart and leaky eyes. you know what, screw the fights bro, I'll miss them so much. I'll miss you. pssh I hate goodbyes, but I guess being realistic saves us all huh? I couldn't guarantee whether we'll stay friends or not, cause it's going to be awkward. but you know, please believe in love. I know we're going to get that one happy ending, both of us will. you will be happy and have your dreams, with or without me. sorry for being too pessimistic, but it's life that we're dealing with.

Monday, March 12, 2012

Take it all.

Akhirnya hari ini datang. Hari dimana aku menghujani kedua mataku dengan begitu deras dan keras, rasa sakitnya seperti mencekat dada dan tenggorokanku. Hari dimana kepalaku seperti ingin meledak; suara kecil dalam hatiku berteriak-teriak menyadarkan sepalsu apa aku sekarang. Ia meneriakkan rasa lelah yang ia tahan begitu lamanya. 

Inilah yang aku benci tentang perasaan bodohku ini. Aku seperti diperbudak oleh diriku sendiri, aku perlahan berubah menjadi seseorang yang tidak kukenal. Semua hanya disebabkan karena aku yang terlalu larut dalam semua ini. Dan inilah yang terjadi apabila aku terlalu menyayangi seseorang. Aku akan berusaha sekuat tenaga utuk bertahan, entah dengan cara merubah diriku sendiri atau mencoba mengendalikan setiap situasi. Hasilnya? Selalu akan berujung seperti hari ini. 

Aku tahu dia tahu. Aku tahu dia sadar betul akan perasaanku terhadapnya, bahkan mungkin aku tidak perlu membuktikannya, karena realita telah terpampang dengan jelas di depan mata. Aku sungguh tidak mengerti dengan situasiku sekarang ini, karena aku tidak punya kekuatan yang cukup untuk melawan, kemanakah perginya diriku yang dulu? Yang bisa pergi tanpa mengucapkan kata apapun, yang bisa bermain dengan fakta dan membela diri dengan penuh percaya diri? Ada dimana sosok perempuan itu? Aku ingin berkata padamu, aku telah berusaha semampuku, telah kuberikan yang terbaik, dan usaha itu dapat dengan jelas dilihat dan dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. 


Aku tahu kamu menginginkan usaha dan hasil yang lebih dariku, tapi semua hal itu butuh proses dan tidak semuanya bisa dilakukan olehku; I have my own limits. Dan yang paling penting, kalaupun aku punya rasa sayang yang tidak perlu dipertanyakan lagi kepadamu, itu bukan berarti aku akan selamanya tunduk dan mengalah terhadap sekian argumen yang kamu buat. Dan tentu saja, akan ada suatu hari nanti dimana kita berdua sama-sama merasa paling benar dan tidak ada yang menginginkan untuk mundur dan mengalah. It almost happened today.


"But they don't know you like I do, or at least the sides I thought I knew." 
- Adele (He Won't Go)


Aku sempat berpikir, perjalanan kita tidak akan selalu lurus, dan aku mengerti hal itu. Tapi pemikiran itu telah membawaku kesuatu tempat dimana aku mempertanyakan kesungguhanmu dalam menerimaku apa adanya. Iya, aku akan berubah demi kelangsungan dan kelancaran ini semua, tapi bagaimana dengan kamu dan semua permintaanmu? Kita telah menyepakati bahwa kita akan sama-sama berubah, bersikap dewasa supaya semuanya bisa jadi lebih baik. Faktanya? Aku lelah menyalahkan diriku sendiri dan meminta maaf kepadamu agar tidak terjadi keributan lebih lanjut.

Aku sayang kamu, Ri, tapi bukan gini caranya. I know you're sensitive, I know you. But really though? Isn't there any exceptions or boundaries for your own girlfriend? Being emotional and moody is humane, but I wasn't made to clean up your mess, or be the person you  get mad to or even blame the fuck out of. Aku di sini akan selalu ada untuk mendengarkan cerita-ceritamu, menenangkan hatimu, mendukungmu, dan bahkan melarangmu melakukan hal-hal bodoh ketika kamu berada di ambang emosi. Aku tahu aku jauh dari kriteria perempuan yang sabar dan baik, tapi sebegitu salahkah aku di matamu? Didn't I give it all already?

In between the laughs and tears I've shed, we're actually arguing about little things. Hal-hal sepele yang seharusnya bisa dimaklumi, dan bukan hal yang bisa dikategorikan sebagai sebuah alasan untuk memulai terjadinya pertengkaran. This is far beyond childish. And I hate having this kind of feeling, cause I will ended up saying sorry the whole time. I'll say I'm sorry, even if I had to cry every time I say it, so I don't have to be angry and throw my words at you. I hope you'll understand, somehow. This is all about give and take; don't just sit there, be angry, and demand myself to always look right in your eyes. Just... Please understand and change a little, before it gets too late.

Wednesday, March 7, 2012

30/∞

Image and video hosting by TinyPic
so this is the person. 
the guy I've been looking up to when full of doubts for more or less than 30 days.
the guy I've relied myself on when in fear for more or less than 30 days.
the guy who's been trying so hard to get my moody days gone for more or less than 30 days.
the guy that I simply adore for what he is for more or less than 30 days.
the guy that used to keep me up all night with his jokes for more or less than 30 days.
the guy who's been struggling to turn my frown upside down for more or less than 30 days.


we might had a little story, but it felt like years already. I don't know if that's good sign or not, but I hope we'll make it through. with countless fights, hopes, dreams, and many other things to learn along the way. I know this is kinda young and cheesy, but I hope we last  longer than we ever could. and even though boys will still be boys anyway (no offense), just be different somehow. I don't know why am I saying this but I know you know that I've fallen hard for you, but that doesn't mean you can do whatever you like to hurt me or anything. too mainstream? nah, boys will do that when they know they're loved, won't they? :)

don't stop being who you are, I fell for you because of that. don't ever change, but the both of us should be like, stabilizing our mood a little bit, so we can both go through the days without having any bumps on the way. there will be ups and downs and turnarounds, but why don't we work together, be Sherlock Holmes and his sidekick, Dr. Watson! we'll figure out ways to keep ourselves company, yet without having any fights.

so, happy 1st ever monthsary, love. I love you, every now and then. bebebobob til infinity and beyond!

Sunday, February 26, 2012

Sorry


Tonight was supposed to be a great day. That's for sure.
Tapi mungkin ini tidak akan bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, atau mungkin dengan tindakan sekalipun.
I haven't announced this (on my blog) yet, but I have a boyfriend now. He's my best friend. Well he used to be. Dia orang yang ada di balik segelintir kisah sendu yang sempat kutuliskan beberapa bulan yang lalu. Inilah yang kusebut-sebut dengan keajaiban, di mana perasaan suka bisa datang tiba-tiba tanpa mengetuk pikiran terlebih dahulu, mendahului pikiran rasional kita dan menutup mata, hati, serta telinga.
Aku memang perasa, aku begitu sensitif dengan segala sesuatu yang berputar di sekelilingku. Rasanya satu lirikan saja bisa membuatku berpikir sejuta kali apakah mungkin orang itu berpikir buruk terhadapku. Dan itulah yang terjadi hari ini.

Entah harus mulai darimana, tapi perasaan ini begitu mengusik sampai-sampai aku tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Pikiranku kacau, anggaplah aku berlebihan, tapi aku tidak akan bisa tinggal diam. Ingin rasanya menyandarkan diri ke orang-orang terdekatku sekarang, tapi aku tau ini bukanlah saat yang tepat untuk membangunkan mereka dari tidurnya dan mulai bercerita tentang kejadian tadi.
Sebenarnya ini hal yang benar-benar sepele. Atau mungkin ini tidak memiliki efek samasekali pada mereka, tapi bagiku, ini benar-benar membuat kupu-kupu di perutku bergetar ketakutan.
Tapi aku takut kehilangan lagi.

Lagi.

Lagi.

Lagi.

Dan lagi.



Melihat keluarganya di depanku, dengan umur hubungan yang benar-benar masih bayi ini, merupakan tantangan nomor 1 di antara semuanya. Pandangan keluarganya.
Itu yang masih membuat mataku terjaga sampai saat ini. Kata-kata "harusnya tadi ikutan ngobrol aja, jangan malah jadi diem sendiri." yang kemudian dilanjutkan dengan keheningan panjang di dalam sudut-sudut terdalam otakku.
Lalu sesampainya aku di atas kasur, aku teringat akan suatu hal.
Aku ingat tentang unrequited love versi dia.
Ingatkah kalian bahwa aku dan dia dulu sempat menjadi sahabat dekat? Yang berarti aku tau seluk beluk pemikirannya dan segudang cerita tentang dirinya. Dari cerita basa-basi sampai ke cerita yang serius sekalipun. Dan aku tau tentang bagaimana rasa sukanya pernah tidak terbalaskan oleh seseorang.
Aku tau bagaimana rasanya melihat orang yang sempat kita miliki dan yang tidak sempat kita miliki sama sekali. Jenis pandangannya berbeda, pandangannya akan berubah nanar dan mimik mukanya akan berubah, aku tau karena aku juga pernah merasakan hal yang serupa. Dan aku menyaksikannya dengan mata kepalaku hampir setiap hari. Help?


Maafkan kepesimisanku, tapi aku membayangkan bagaimana kalau semua ini berputar 180 derajat.

Bagaimana kalau perempuan itu lah yang berada di kursi panas tadi, dan bukan aku. Pasti suasana akan menjadi jauh lebih menyenangkan. Pasti tidak akan ada hening yang tercipta seperti tadi. Pasti dia bisa menyesuaikan diri dan membuat nilai plus di mata keluarganya, unlike me.
To be honest, I can't see that gaze from his eyes. Tatapan yang bisa mengamankan keadaan hatimu ketika sedang full of doubts. And that made me think.
Ini seperti kaset rusak yang terulang kembali setelah 4 tahun telah teredam sementara. Ceritanya hampir sama, hanya dimainkan dengan orang yang berbeda, di waktu yang berbeda pula. Akankah akhirnya sepahit waktu dulu?

Kay so I'm gonna apologize to you.
I'm sorry I couldn't be that girl. That happy silly wonderful talented girl that you've dreamed of having. I know I'm nothing compared to her.
She'll make a perfect 10 out of your sight while I'm only getting 8.5 :-)
Don't even mention it, I can guess it straight from your eyes.
And I'm sorry for me, I'm just being the girl that I am. Call me excessive, but these insecurities have been killing me since day one. I'm sorry that you're trapped with me, this moody kid has got nothing to figure out.
Just let me know if you're tired or something, some time later.

All those 'forever' words I've sent & said to you might have gone way too far, but let them be some kind of hope. I know we're going nowhere, but at least give a little space for me to dream a little.
Again, I'm sorry if I'm not the girl you've waited and hoped for so long, at least God has given me a little chance to sculp your love paths.
I hope you don't mind though. It's only for a little while :-)
Again for the third time, I'm sorry.